Sabtu, 31 Oktober 2015

Mekanisme kerja

1.      Mekanisme Kerja Estrogen
a.    Menekan ovulasi
Menekan ovulasi pada efek di hipotalamus mengakibatkan suppresi pada FSH dan LH kelenjar hypophyse. Penghambatan tampak tidak adanya estrogen pada pertengahan siklus, tidak adanya puncak FSH dan LH pada pertengahan siklus.
b.   Mencegah Implantasi
Keseimbangan estrogen-progesteron tidak tepat menyebabkan pola endometrium abnormal sehingga menjadi tidak baik untuk implantasi. Implantasi dari ovum yang telah dibuahi dapat dihambat oleh estrogen dosis tinggi (diethylstil bestrol, ethinylestradiol) diberikan pertengahan siklus pada senggama yang tidak dilindungi ini disebabkan karena terganggunya perkembangan endometrium.
c.    Mempercepat Transport gamet / ovum
Transport gamet/ovum dipercepat oleh estrogen disebabkan efek hormonal pada sekresi & peristaltik tuba serta kontraktilitas uterus.
d.   Luteolysis
Degenerasi di corpus luteum menyebabkan penurunan cepat dari produksi estrogen & progesteron  progesteron di ovarium.
2.      Mekanisme Kerja Progesteron :
a.    Menghambat Ovulasi
Ovulasi dihambat karena terganggu fungsi proses hipotalamus, hypophyse, ovarium dan modifikasi dari FSH dan LH pada pertengahan siklus.
b.   Menghambat Implantasi
1)    Implantasi dapat dicegah bila diberikan progesteron pra-ovulasi.
2)    Pemberian progesteron, eksogenous (diluar jadwal) dapat menganggu kadar puncak FSH & LH, walaupun terjadi ovulasi produksi  progesteron yang berkurang dari corpus luteum menghambat implantasi.
3)    Pemberian progesteron secara sistemik untuk jangka panjang/lama menyebabkan endometrium mengalami ” istirahat ” dan atropi
a.    Memperlambat Transport gamet/ ovum
1)    Pengangkutan ovum dapat diperlambat bila diberikan progesteron sebelum fertilisasi.
2)   Pengangkutan ovum yg lambat dapat menyebabkan  peningkatan insiden implantasi ektopik tuba.
b.   Luteolysis
Pemberian jangka lama progesteron menyebabkan fungsi corpus luteum tidak adekuat pada siklus haid.
a.    Mengentalkan Lendir servik
b.   Dalam 48 jam setelah pemberian progesteron, sudah tampak lendir servik yang kental sehingga motilitas dan daya penetrasi sperma terhambat  akan bersabat dengan sperma.
c.    Lendir servik yang tidak ramah untuk sperma adalah lendir yang jumlahnya sedikit dan kental
A.    Mekanisme Kerja Kontrasepsi Pil
1.      Pil Oral Kombinasi
a.    Pengertian
Pil kombinasi ialah pil kontrasepsi yang berisi hormon sintesis dan progesteron.
b.   Cara kerja
1)      Menekan ovulasi
2)      Mencegah implantasi
3)      Mengentalkan lendir servik
4)      Pergerakan tuba terganggu sehingga transportasi ovum akan terganggu.
c.    Indikasi/® pada prinsipnya semua ibu boleh menggunakan pil, seperti:
1)      Usia reproduksi, gemuk atau kurus.
2)      Telah memiliki anak ataupun belum.
3)      Setelah melahirkan, pasca keguguran dan tidak menyusui.
4)      Anemia karena haid berlebihan, haid tidak teratur.
5)      Riwayat kehamilan ektopik.
6)      Kelainan payudara jinak.
7)      Kencing manis tanpa komplikasi pada ginjal, pembuluh darah, mata dan syaraf.
d.   Kontra Indikasi/yang tidak boleh menggunakan :
1)      Absolut
Trombophlebitis, serebro vaskuler(pernah dan sedang), jantung iskemik/arteri koroner, dan karsinoma payudara.
2)      Relatif kuat:
Sakit kepala hebat (migraine), hipertensi, diabetes mellitus.
e.    Instruksi/cara penggunaan:
1)   Sebaiknya pil diminum setiap hari, lebih baik dalam waktu yang sama.
2)   Pil pertama dimulai hari pertama siklus haid ini sangat dianjurkan.
3)   Bila paket 28 pil habis mulai minum dari paket yang baru. Paket 21 pil habis sebaiknya tunggu 1 minggu baru minum pil dari paket yang baru.
4)   Bila muntah dalam waktu 2 jam, minum pil lain/gunakan kontrasepsi lain.
5)   Pil oral bukan barier mekanis terhadap penularan PHS dan tidak melindungi akseptor terhadap virus HIV.
6)   Bila lupa minum 1 pil setelah ingat segera minum pil yang lupa dan minumlah pil untuk hari ini seperti biasa, lupa minum 2 pil setelah ingat segera minum 2 pil hari itu dan 2 pil lagi hari berikutnya® dampak spotting lebih besar, gunakan kondom / abstinens sampai terjadi haid, lupa minum 3 pil berturut–turut / lebih hentikan pemakaian, gunakan metode lain bila ingin menggunakan pil lagi tunggu haid dan gunakan dari kemasan yang baru.
7)   Waktu mulai minum pil:
a)Setiap saat asalkan ibu tidak hamil.
b)   Hari pertama–hari ke7 siklus haid.
c)Boleh menggunakan pada hari ke8, perlu menggunakan metode kontrasepsi yang lain sampai hari ke14 atau tidak melakukan hubungan seksual.
d)  Setelah melahirkan: 6 bulan pemberian ASI ekslusif, setelah 3 bulan dan tidak menyusui, pasca keguguran.
e)Bila berhenti menggunakan kontrasepsi injeksi, dan ingin menggantikan dengan pil kombinasi dapat segera diberikan tanpa perlu menunggu haid.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar